Kita Tidak Sedang Berlomba
Setiap orang memiliki waktunya masing-masing.
Sebab hidup bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat sampai, melainkan perjalanan tentang bagaimana setiap orang menempuh jalannya.
Kita seperti para pengendara di jalan yang panjang.
Masing-masing membawa tujuan, memilih kecepatan, dan menempuh arah yang mungkin terlihat sama, tetapi tidak pernah benar-benar serupa.
Ada yang melaju begitu cepat,
ada yang memilih berjalan perlahan.
Ada yang berhenti sejenak untuk beristirahat,
ada yang harus memutar karena jalan di depannya tak bisa dilalui.
Di sepanjang perjalanan, kita akan bertemu banyak orang.
Ada yang berjalan bersama kita cukup lama,
ada yang hanya sebentar lalu berbelok ke arah lain.
Ada yang datang tepat ketika kita membutuhkannya,
dan ada pula yang pergi ketika kita masih berharap mereka tetap tinggal.
Begitulah hidup.
Tidak semua pertemuan diciptakan untuk selamanya,
dan tidak semua perpisahan berarti kehilangan.
Sebagian orang memang hanya ditakdirkan menjadi bagian dari satu ruas perjalanan kita—datang pada waktunya, memberi sesuatu yang perlu kita pelajari, lalu melanjutkan perjalanan mereka sendiri.
Kadang kita bertemu seseorang di jalan yang sama,
pada waktu yang sama, bahkan menuju tujuan yang sama.
Namun, bukan berarti kita memiliki kesempatan yang sama.
Kita tidak pernah tahu
berapa banyak tanjakan yang telah mereka lewati,
berapa kali mereka hampir menyerah,
berapa banyak luka yang mereka sembunyikan,
atau berapa panjang jalan yang harus mereka tempuh sebelum akhirnya sampai.
Maka, jangan merasa tertinggal hanya karena melihat orang lain lebih dahulu tiba.
Kita hanya sedang berada di bagian perjalanan yang berbeda.
Dan jangan pula merasa telah mendahului hanya karena melihat orang lain masih jauh di belakang.
Sebab kita tidak pernah tahu
jalan seperti apa yang sedang mereka lalui,
ujian apa yang sedang mereka hadapi,
dan kejutan apa yang sedang Allah persiapkan di ujung kesabaran mereka.
Barangkali mereka bukan terlambat.
Barangkali Allah sedang membuat mereka lebih siap untuk menerima apa yang mereka tuju.
Dan mungkin, kita pun bukan tertinggal.
Kita hanya sedang diajarkan untuk menikmati perjalanan sebelum sampai pada tempat yang selama ini kita doakan.
Jadi, berjalanlah.
Tak perlu terlalu sering menoleh ke kendaraan di sebelahmu.
Tak perlu cemas melihat siapa yang sudah jauh di depan.
Tak perlu pula merasa lebih unggul ketika ada yang masih berada di belakang.
Karena hidup bukan tentang siapa yang lebih dahulu sampai.
Hidup adalah tentang bagaimana kita tetap berjalan,
meski jalannya berbeda,
meski waktunya berbeda,
meski kecepatannya berbeda—
dengan percaya bahwa setiap langkah yang kita tempuh
tidak pernah luput dari pengetahuan Allah.
Ada orang yang sampai lebih dulu.
Ada yang harus menunggu lebih lama.
Ada yang mendapatkan apa yang diinginkannya di usia muda.
Ada yang baru menemukannya setelah melewati begitu banyak musim.
Dan itu tidak membuat perjalanan siapa pun menjadi lebih baik atau lebih buruk.
Sebab pada akhirnya,
kita semua memiliki jalan yang telah Allah ukur dengan begitu sempurna.
Maka jangan bandingkan halaman hidupmu
dengan halaman hidup orang lain.
Kamu sedang membaca ceritamu sendiri.
Dan percayalah,
selama kakimu masih mau melangkah dan hatimu masih mau percaya,
kamu tidak pernah benar-benar terlambat.
Mungkin jalanmu lebih panjang.
Mungkin waktumu sedikit lebih lama.
Tetapi bisa jadi,
Allah sedang menuntunmu melalui jalan yang paling tepat
untuk sampai pada sesuatu yang memang ditulis khusus untukmu.
Jadi, tenanglah.
Kita tidak sedang berlomba.
Kita sedang pulang,
masing-masing melalui jalan yang telah Allah pilihkan.