Total Tayangan Halaman

Kamis, 22 Februari 2018

Melepasmu Karena-Nya

Hasil gambar untuk embun pagi yang indah
Pagi yang berbeda hari ini,
mungkin karena semalam
aku meneteskan air mata karena Allah,
sejatinya kita diciptakan hanya untuk Allah
karena kita juga akan kembali ke hadapan-Nya

Melihat beberapa teman lewat social media
membuat hati dan pikiran ini lebih terbuka
bahkan ketika aku mendengar,
bahwa mungkin aku tak akan lama lagi tinggal di kosan ini
aku masih bisa merasa tenang
karena aku yakin segala sesuatu hanyalah kehendak-Nya

Begitu pun dengan melepasmu
melepasmu untuk melanjutkan semangat hidup
semangat hidup untuk menuju masa depan
semangat hidup untuk membahagiakan

Aku melepasmu, karena-Nya
aku melepasmu, karena kita
kita sabar saja dengan waktu dan segala pertemuan
jika memang kita berjodoh
ku harap kamu, dan aku
sudah menjadi manusia yang lebih baik
lebih baik untuk memahami agama
lebih baik untuk memahami segala ketentuan-Nya

Aku tenang,
jika kita saling mendo'akan
aku senang,
jika kita saling menyapa
dan kita akan menang
jika kita saling menjaga

Dengan "Bismillah" aku melepasmu, dan
Dengan "Alhamdulillah" jika aku bisa bersamamu
.
.
.
.
.
.
.
(kutipan)
“Ketika Zulaikha mengejar cinta Yusuf, makin jauh Yusuf darinya, dan ketika Zulaikha mengejar cinta Allah. Allah datangkan Yusuf untuknya”.
.
.
.
aku menyayangimu karena-Nya

Selasa, 20 Februari 2018

Belajar dari Secangkir Kopi

Hasil gambar untuk secangkir kopi
aku belajar dari secangkir kopi
secangkir kopi yang disuguhkan siang hari

warna kopi, hitam
aroma kopi, begitu khas
rasa kopi, sungguh nikmat
apa arti dari secangkir kopi ?
banyak . . .
aku menyadari bahwa hitam tak selalu buruk
aku menyadari bahwa hitam tak selalu pahit
sekalipun kopi itu pahit, tapi tak pernah mengecewakan penikmatnya
kopi yang pahit, masih bisa ditambah gula bukan?
kopi yang pahit, masih bisa menghasilkan aroma yang melegakan bukan?

begitulah cinta,
sekalipun kita mengalami kepahitan,
yakinlah bahwa setelahnya akan ada manis yang kita rasakan
sebab kita tulus menerima kepahitan
sebab secangkir kopi juga tulus memberi aroma yang tak terlupakan

perihal secangkir kopi di siang hari,
mungkin seperti aku yang merindukanmu 
mampu terjaga hingga larut malam hanya karena merindukanmu

bila ku minum secangkir kopi di malam hari
mungkin seperti aku yang menanti kehadiranmu
aku ingin terus terjaga hingga pagi hanya untuk menanti kedatanganmu
sebab hati akan rela menanti hanya untuk cinta 


 katanya . . . 
"Cinta itu seperti kopi, enak diminum kalo masih panas, tapi resikonya jadi cepat habis. 
Biar gak cepat habis diminumnya pelan-pelan, Tapi resikonya jadi dingin . . ."
kalau kau pilih mana?

Senin, 12 Februari 2018

Rasa dalam Diam

 
kali ini aku merasa lebih jelas
segala kata-katamu
segala lirik yang kamu nyanyikan
ternyata memang mengarah

ungkapan sayangmu,
membuatku terdiam
membuatku tak percaya
sebab sebelumnya,
kamu mengalami hal yang tak menyenangkan
aku tak mau menjadi pelampiasan rasamu

tapi . . . 
bukan berarti aku acuh
aku hanya tak ingin kita salah terlalu jauh
jika memang kamu tulus menyayangiku
jika memang kamu tulus mencintaiku
kelak kedua orang tuaku pun merestui rasamu dan rasaku

kali ini mereka belum mengetahui
dan kali ini aku pun belum jauh mengenalmu
hanya selama kita berteman
aku merasa nyaman
tapi semua itu belum membuktikan

kita tunggu saja
sambil kita memantaskan diri 
yakinlah skenario Allah lebih indah dari yang kita rencanakan