Total Tayangan Halaman

Selasa, 21 Februari 2017

Hati vs Logika




ketika hati lebih berkuasa diatas logika, maka segala sesuatunya hanya akan dipandang dengan rasa. 
Sebaliknya, ketika logika lebih berkuasa diatas hati, maka segala sesuatunya hanya akan dipandang dengan ego.
Kadang hati dan logika berbeda pendapat, bahkan lebih sering berbeda tujuan. 

Saat hati mampu memaafkan, tapi logika tidak terima. 
Saat logika berpikir jauh kedepan, hati  membuat kita berhenti sejenak untuk merasakan apa yang tengah dialami.

Kini aku harus bertarung dengan hati dan logikaku sendiri. Prioritasku saat ini adalah keluarga, bekerja, dan kuliah. tapi disaat yang bersamaan, fokusku terhenti sejenak hanya karena soal hati. 

Hati yang selama ini ku jaga agar tak tersentuh dengan yang belum halal, ku jaga agar tak hancur hanya karena soal hati. Namun, pada akhirnya aku dipertemukan oleh keadaan yang sebelumnya selalu kuhindari. Padahal aku sadar, bahwa ketika hati ini sudah mulai terjamah maka aku bisa saja rapuh, terlena dengan segala kata-kata yang tak pernah ku tau arti yang sesungguhnya. Jika aku saja belum siap untuk menambah prioritasku dalam waktu yang bersamaan untuk apa aku mencoba membuka hati ? bila pada akhirnya hanya akan menghancurkan prioritasku yang sebelumnya lebih baik menutup hati ini rapat-rapat untuk sementara.

Aku salut jika ada beberapa orang yang mampu menjalani semuanya secara bersamaan. Karena cukup sulit bagiku untuk memprioritaskan keluarga, bekerja, kuliah, dan ... cinta secara bersamaan. 
Harus ada fikiran dan hati yang terbagi disana. Bahagaialah mereka yang mampu menghadapi setiap masalah yang hadir dari keempat hal tadi. Jika memang aku belum bisa merasakan kebahagiaan yang demikian, maka ku pasrahkan segala urusan duniaku hanya kepada-Nya. Dia-lah yang Maha mengetahui segala yang terbaik untuk hidup hamba-Nya.

Jumat, 10 Februari 2017

Cinta Dalam Doa



aku hanyalah manusia biasa,
hatiku pun tak sempurna,
perangaiku pun masih belum cukup baik,

mana mungkin aku mengharapkan kelebihan manusia lain untuk melengkapi hidupku,

mana mungkin jika ku berharap kesempurnaan hati manusia lain untuk menjaga hatiku, dan
mana mungkin jika ku berharap kesempurnaan perangai manusia lain untuk memperbaiki sikapku

cukuplah aku berharap hanya kepada-Mu ...

cukuplah aku bergantung hanya kepada-Mu  ...

ketika hati ini merasakan hal yang berbeda, dengan sadar aku berkata "inikah yang dinamakan jatuh cinta ???"

ternyata indah ya,
ternyata menyenangkan ya,
ternyata membahagiakan ya,

tapi sayang,,,

jika saja aku terlena dengan semua rasa ini,
aku bisa hilang kendali
aku bisa lupa dengan anugerah-Nya
sesungguhnya aku diberi kesempatan untuk merasakan anugerah ini bukan untuk melupakan nikmat-Nya, tapi justru untuk lebih mengingat segala nikmat-Nya.

hari itu, ketika tak ada lagi kabar darimu ...

membuatku pasrah dan membuatku tersadar untuk mengadukan semua kepada-Nya
jikalau memang apa yang kamu katakan itu adalah benar, maka aku yakin ada waktu yang tepat dimana semua itu akan terwujud.
jikalau memang yang kamu katakan itu hanyalah canda belaka, maka aku pun yakin Allah akan memberikan yg lebih baik dan yang terbaik untukku.

kini aku begitu merindukan malam-malam ku bersama-Nya

berkhalwat dengan-Nya aku merasa tenang,
bercerita dengan-Nya aku merasa tentram,
sungguh Allah maha segalanya,
biarlah waktu dan takdir yang mempertemukan kita kembali.