
Ini adalah my first story di awal tahun 2018 . . .
dan entah kenapa "kamu" menjadi topik dari tulisanku ini (lagi, dan lagi)
setelah beberapa hari terakhir di tahun 2017
kita mulai sering berkomunikasi lagi
tapi setelah kupikir, apa yang kita lakukan sebenarnya tak baik
2 jam, 3 jam, bagiku terasa singkat
tapi tahukah kamu ?
apa yang kita lakukan ini salah
berjam-jam kita bicara melalui telepon,
adakah manfaatnya ?
yang kutakutkan Allah marah padaku
tapi bagiku, obrolan terakhir kita
membuat aku bisa sedikit membaca.
membaca apa yang sebenarnya ingin kamu sampaikan
tapi dengan sedikit ketegasanku, yang sebenarnya masih bisa goyah
kamu lebih memilih untuk menyampaikan perumpaan itu
kamu . . .
masih menjadi sebagian besar sejarah di blog pribadiku ini
tahukah kamu ?
hatiku disini menunggumu
ragaku disini mengharapkanmu
tapi
semua rasa itu masih bisa terjaga
semua rasa itu masih bisa tertahan
karena . . .
aku tak mau salah memilih hati
aku tak mau salah memberi hati
dan . . .
Allah ku yang selalu menjagaku
Semoga di tahun ini,
Allah beri jawabannya
dengan siapapun aku,
dengan siapapun kamu,
aku terima . . .
karena semua sudah menjadi kehendak-Nya